WELCOME.....WELCOME....!!! #injekkeset, sista and brada sekarang anda berada dalam zona aman milik ANGGI, Jangan sungkan-sungkan anggap saja rumah sendiri *nah loh. dan JANGAN LUPA BERKUNJUNG KEMBALI..^^v

Jumat, 16 Desember 2011

everybody has their own way to show love #2

 Kalimantan, 10 September 2008

lagi- lagi mendung menggelanyut, langit kelabu, tapi hatiku biru. sudah satu minggu cuaca tidak bersahabat sama sekali. ah, andai sekarang aku berada di pusat peradaban pasti horizonnya bagus. di sini cuacanya sangat ekstrim satu jam yang lalu langit biru bertengger di atas pijakanku satu menit kemudian awan hitam berarak pelan dari penjuru barat (kali ini, haluannya bisa berubah-ubah setiap saat) kemana matahari seterik itu pergi. seketika itu gerimis mengantarkan pesan bahwa sekian detik lagi hujan badai akan menerpa. terima kasih gerimis kadang kau baik, tapi lebih sering kau membuatku meringis, menangis. hmmm, sudahlah kali ini aku tidak akan menghujatmu GERIMIS. kita sudah berdamai bukan?? mencoba berdamai tepatnya.


suasana di sini sedikit mencekam, mati lampu, badai sedang membakar mess kami yang kecil,langit kelam. padahal masih jam sembilan pagi. petir menyambar, dinding bergetar. angin tak lagi berbisik, terdengar seperti sedang mencerca. begitu ribut di luar. irama daun-daun yang meranggas berubah cemas. kami (4 orang cewe, dua orang cowo) gelisah. saling berpandangan satu sama lain, sebentar-sebentar melongok jendela yang sudah terlalu nanar. kemudian tertunduk lunglai.

"OMG, kapan hujannya berhenti, rencana kita bisa gagal kalo begini caranya." David salah satu rekanku selama enam bulan belakangan ini mengeluh.
"dan lihat, selama tiga hari ini apa yang kita lakukan?"
...



setiap kuingat malam basah temaram
aku merasa harus mengukir hatimu dengan keris berkarat
 malam datang menjelang. masih saja gerimis seperti hari-hari lainnya aku masih di sini, di pedalaman kalimantan dalam upaya melarikan diri. melarikan diri dari sebagian diriku yang hilang. enam bulan sudah, sebenarnya aku telah melupakan KAU, sampai tadi sore tiba, entah darimana sinyal HP itu dapat menerobos rimbunnya hutan hujan trropis. padahal selama ini aku terputus dengan dunia luar. kalo adapun komunikasi adalah dengan telepon satelit yang hanya satu biji. itupun hanya di pegang oleh David, ketua rombongan.

tiba-tiba layar HP yang selama enam bulan terakhir ini berubah fungsi sebagai senter selama mati lampu, layarnya berkedip-kedip dan mengeluarkan bunyi : sepenggal lagu iris_goo goo dolls

And I'd give up forever to touch you
'Cause I know that you feel me somehow
You're the closest to heaven that I'll ever be
And I don't want to go home right now
And all I can taste is this moment
And all I can breathe is your life
and sooner or later it's over
I just don't want to miss you tonight

And I don't want the world to see me
'Cause I don't think that they'd understand
When everything's made to be broken
I just want you to know who I am
ternyata sebuah pesan:

from : Ayah
13.49 5/09/08
dek, ayah kangen, sudah enam bulan ayah tak dengar kabar dari adek
semoga sehat ya. adek nggak lupa kan tanggal 15 lusa??
ayah harap adek bisa pulang. hal pertama ayah menyuruh adek pulang
adl ayah sangat kangen, kedua adek harus datang ke hari paling pentingnya
kaka. oh ya, mama maaf (tante indri) juga kangen sama adek.
sms dari ayah lima hari yang lalu rupanya baru bisa terkirim sekarang. ah, andai ayah tau rinduku membadai, seperti hujan malam ini. ingin sekali bersua dan  mana mungkin aku lupa tanggal dan hari penting (penting menurut kalia) memory otakku telah memasang alarm jika hari itu tiba, hari berkabung kedua ku setelah hari dimana mama meninggal. 

sudah aku putuskan untuk mengikhlaskan, sudah aku lupakan. tapi bekasnya masih tersisa. ya, rinduku terhadap KAU menguap sebagai asap. sebagaimana asap tercipta jika tak ada yang menyulutnya. asap itu timbul karena api yang di sulut oleh ayahku lewat sms. tapi, aku tahu ayah tak bermaksud atau malah tak mengerti makna smsnya bisa dengan sangat mujarab melukaiku. aku terlalu sensitif.
ku coba mengirim sms balasan untuk ayah

To : Ayah
adek juga kangen ayah. SANGAT. tapi gimana lagi.
bagaimana jika adek tidak bisa hadir yah? keadaan sekarang msh tidak memungkinkan
tapi, adek usahakan ya yah
selam buat kaka dan Tante indri

alhamdulillah terkirim.
buru-buru aku menyesal menulis balasan sms itu, kenapa bisa aku ingin tidak datang ke pernikahan kakaku sendiri? aku terlalu egois bukan? tapi ada sesuatu yang menahan diriku untuk tidak datang. logikaku sedang mengolokku

"apa kau sanggup mengatasinya"
"apa kau sanggup mengendalikan emosimu"
"apa kau tahan?" 
"tapi, kalau kau sampai tidak datang adik tiri macam apa kau"

pernyanyaan itu silih berganti berkelebat dalam pikiranku. salah satunya jalan apa aku harus ijin untuk tidak datang?, ah tega sekali aku ini. aku benci diriku yang seperti ini.

...
andai KAU tau aku pernah menulis surat untukmu. Surat yang ku kirim lewat angin dan tak pernah sampai kepadamu. karena surat yang kukirimkan lewat angin, ternyata berisi huruf-huruf yang berhamburan dari dinding gerimis. apa KAU mendengar gelisah hujan, mendenting, menggunting waktu. akupun menangis, awan selalu menyimpan gelombang suara. memijar-mijar. memetir-metir. menyambar-nyambar semua yang datang, semua yang pergi. ya, hanya rinduku. hanya rinduku menimbang gerimis.
akupun mengusung do'amu yang runtuh di tebing itu. sementara sujud yang kupahatkan pada matahari masih menghitung-hitung, aku tahu kini : Aku ingin mencintaimu dengan sederhana, tapi dengan cara yang sempurna

jadi cara yang sempurna menurutku adalah berdamai dengan keadaan. keadaan yang mengharuskan KAU dan aku untuk saling mendukung satu-sama lain dengan apa yang telah menjadi pilihan masing-masing. yang boleh jadi berakibat baik atau malah berakibat buruk.


Jakarta, 14 September 2008

rumah bergaya minimalis yang biasanya sunyi kini terlihat sibuk. beberapa orang lalu-lalang. buket-buket bunga krissan putih gading bertebaran di sudut-sudut ruangan, mobil berderet-deret di halaman, hingga tumpah di jalanan. jika lebih seksama terdengar sayup-sayup suara ibu-ibu PKK sedang mengngaji. beberapa pemuda bahu- membahu mendirikan tenda raksasa di halaman depan lagi-lagi berwarna putih gading. kursi-kirsi plastik mulai ditata satu persatu.

seorang laki-laki akhir dua puluhan tampak menonjol di antara ibu-ibu pengajian. ia sedang khusuk menyimak pengajian. ya, pengajian ini diadakan sebagai salah satu dari sekian rentetan prosesi ritual adat jika seseorang akan melakukan pernikahan.
 ...
aku telah sampai di jakarta, tapi aku tak ingin pulang. sebenarnya ingin sekali menghambur di pelukan ayah, ingin sekali merebah di kasur empuk yang berbulan-bulan telah aku tinggalkan. ingin sekali menjabat tangan KAU memberi selamat atas apa yang coba kau tempuh untuk masa depan. ingin sekali menunjukkan : AKU TIDAK APA-APA pada diriku sendiri. tapi, saat ini aku terlalu lemah, terlalu lelah.

takut tak bisa menguasai diri, takut ada seseorang yang akhirnya tahu apa yang selama ini coba ku sembunyikan. takut bertindak bodoh. dan yang jelas takut melihat wajahmu secara langsung, jika aku melihatmu aku takut pondasi yang coba ku bangun  untuk memagari hatiku runtuh seketika.

alih-alih pulang ke rumah, langkahku membawaku semakin jauh dari rumah. terus berjalan tak tentu arah. tersadar, kini aku tengah berada di halte bus, tumben halte ini sepi biasanya penuh sesak. yah, mungkin hari ini hari naasq. lagi-lagi gerimis. aku benci! baiklah mungkin sekarang aku memang harus pulang. mari tembus hujan! kautkan aku ya Tuhan.
Langkahku tercekat di gerbang rumah. tiba-tiba lumpuh, lutut bergetar. kemudian gelap

tak ku kenal lagi rimba gerimis
yang merimbun di pintu gerbang itu. kabut kian tebal oleh rinduku, 
hingga aku hanya bisa menduga-duga jejakmu
pada angin yang mencabik-cabik tenda tidurku.
jejakmu menjauh. 
tapi bersama gerimis di pintu gerbang itu,
aku meraung dalam hati. seperti garis-garis hujan terputus di dalam kanvas, 
seperti batu-batu di halaman rumah ini berusaha tabah menerima kehancuranku
....

Jakarta 15 September 2008

sayup-sayup terdengar seseorang bernyanyi :__And I'd give up forever to touch you__ lama-kelaman semakin keras dan  keras. membuatku tersadar, aku tak ingat kenapa aku sudah berada di sini, di kamarku sendiri. ough, jangan-jangan, oh tidak. ya tadi itu bunyi sms masuk


from: David
11.03 15/09/08


ye, yang lagi enak-enakan.....
gimana, acara nikahan kaka tiri lu sukses??
jangan lupa rampokin makanan yang enak-enak klo balik.
JANGAN LAMA-LAMA BALIKNYA!!!  :p
ku lihat lagi sms dari david, mencermati lagi ada sesuatu yang mengganjal.  ah, sekarang tanggal 15. bukankah hari ini hari....

tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu, sesosok yang selama ini paling aku hindari muncul di hadpanku. tersenyum simpul. menggunakan jas dan peci warna putih mendekat ke arahku. jubah kebesaran pernikahannya.

"jangan...jangan mendekat!" terdengar suara parau, yang belakangan ternyata suaraku. tapi, dia tetap mendekat ke arahku seperti tak menggubris perkataanku. aku bingung, "KU BULANG JANGAN MENDEKAT" kali ini aku marah. dia tetap mendekat, sekarang berada persis di samping ranjang. kami sama-sama terdiam untuk waktu yang lama. aku hanya terpaku, bingung mau bertindak apa dan apa yang harus aku katakan

"I'm home...." masih dengan suara parauku, akhirnya membuka percakapan
"apa yang terjadi....."

"trus kenapa aku ada di sini"
"aku musti ngapain, acaranya jam berapa"

''pelan-pelan Aya, jangan bangun dulu, tetaplah berbaring. kamu kemarin pingsan di depan gerbang trus tidur kaya kebo hampir 16 jam. parahnya nggak ada yang berani ngebangunin kamu. tapi, kurasa sekarang kamu tidak apa-apa demammu juga sudah turun.'' ujarmu dengan sabar. '' ah, sayang kau melewatkan bagian terpentingnya".

"selamat kalo begitu, tapi maaf aku lupa tidak menyiapkan kado, mau minta kado apa? tapi menyusul ya'' terdengar nada sinisku. ia menatap lekat-lekat mataku. "kamu tidak apa-apa?" aku membatin bagaimana tidak apa-apa pertanyaan macam apa itu, hatiku hancur andai kau tahu. alih-alih mengakatannya aku hanya mengangguk lalu tersenyum. lihat, aku baik-baik saja!

" maaf, aku telah membuatmu seperti ini sekali lagi maaf dan terima kasih" lama terdiam " terima kasih kau telah menjadi adik yang baik tapi aku tidak bisa menjadi kaka yang baik buatmu. aku telah banyak membuatmu menderita kan. sebenernya kaka sudah tau. ha...ha...ha... kamu tidak pandai berbohong Aya. temukan pria yang baik, lalu kenalkan sama kaka. janganlah kau terus melarikan diri, kasihan ayah dan mama, temanilah beliau demi kaka. jangan perpanjang kontrak sebagai voluntir lagi, tidak baik buatmu. kamu ini cewe. lihatlah ke cermin, tampak seperti apa sekarang kamu. mana Aya yang sintal, mana Aya yang kuning langsat dan pergi kemana rambut panjang sebahumu".

aku tertohok,tepat mengena ke intinya. di saat seperti ini aku merasa dekat dengan lima kawan timku di sebrang pulau sana, merasa dekat anak-anak didikku yang primitif, dan aku merasa sangat jauh terasing, merasa tidak menjadi bagian dari kebahagiaan itu. merasa cuma serpihan debu yang menyelinap secara sembunyi-sembunyi diantara denting gelas kristal, gemerlap mutiara dan berlian, menyelinap mengganggumu.

aku hanya bisa menggeleng kepala, mengusir kecamuk dalam pikiranku. semua berdesing-desing bagai letupan senapan. tampak random. aku masih melihat sesosok laki-laki berdiri menatapku lekat-lekat. laki-laki yang telah membuat hidupku jungkir balik. laki-laki yang telah membuat aku terasing dari diriku sendiri. laki-laki yang membuat warna hitam menjadi putih, putih jadi kelabu dan merah jadi ungu.


"kapan KAU mulai tahu?, padahal aku mencoba menyembunyikannya serapat mungkin" selidikku. "seperti yang ku bilang tadi kamu nggak pandai berbohong , cintailah aku dengan sederhana, dengan caramu yang sempurna oke".

lagu iris goo goo dolls kembali terdengar. Kau melempar senyum. musik telah dimulai. suara akustik melantun gemulai. KAU memberi isyarat kecupan. gitar melengking syahdu. KAU mengucap selamat tinggal. bas beirama sendu. KAU melambaikan tangan. dram berdetam sunyi. KAU pergi. dan aku tak dapat mendengar suara sendiri....



__BERSAMBUNG__
___________________
bagi yang belum baca yang pertama, bisa baca di SINI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

monggo dipun komen ceman-ceman..... komen kalian akan selalu terngiang-ngiang di blog ini *ya iyalah

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...